Perjalanan menjadi momen yang tepat untuk melepaskan semua belenggu sekaligus menjadi kesempatan kita untuk keluar dari zona nyaman.
Alam yang menakjubkan di dekat Shangri-La, Tiongkok membuat para wisatawan menari kegirangan. (Sujan Sarkar/National Geographic Your Shot)
Kegembiraan bisa ditemukan di mana pun, ketika kita benar-benar melepaskan semua belenggu: ketakutan-ketakutan, ego, ingatan menyakitkan di masa lalu, dan kekhawatiran akan masa depan. Perjalanan merupakan momen yang tepat untuk melakukannya, sekaligus menjadi kesempatan kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman, mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru dalam hidup, dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru.
Bagaimana cara menembus batas-batas kemampuan kita agar benar-benar terlepas dari belenggu selama melakukan perjalanan dan menumbuhkan lebih banyak kegembiraan yang tetap bertahan meski kita telah kembali ke rumah? Sean O’Connor, pelatih kepemimpinan dan kehidupan yang juga mencintai perjalanan, berbagi tipsnya untuk kita semua.
(Baca juga: Tips Travelling Bersama Hewan Peliharaan)
Hanyutkan diri Anda dalam Musik
Musik selalu berhasil menghidupkan suasana dan membuat kita rileks.O’Connor menceritakan pengalamannya ketika berlibur musim panas ke Taveuni di Fiji. Ia mengenakan sulu—sejenis sarung yang biasa dipakai penduduk setempat—dan menari bersama mereka sepanjang malam. Ia menari dengan siapa saja, menggoyangkan pinggulnya hingga sulu yang ia kenakan melorot. Keringatnya bercucuran dan merasa sedikit tidak nyaman, tetapi ia akhirnya menjadi akrab dengan penduduk setempat.
“Tentu saja saya terlihat menggelikan waktu itu. Ego saya mengatakan saya harus berhenti. Tapi yang paling istimewa adalah ketika kita dapat mengalahkan ketidaknyamanan atau rasa malu untuk benar-benar meleburkan diri dalam momen tersebut,” katanya.
Jalin hubungan akrab dengan orang-orang baru
(Thinkstockphoto)
Bangunlah hubungan pertemanan yang benar-benar dalam dan akrab dengan orang-orang yang baru anda temui selama perjalanan. Pelajari tentang mereka sebanyak mungkin, dan jangan enggan bercerita tentang diri kita sendiri. Bahasa yang berbeda bukanlah sebuah penghalang. Akan selalu ada cara untuk berkomunikasi, baik dengan penerjemah, atau dengan cara-cara lain, tak harus bahasa verbal.
Jangan lewatkan kesempatan ini, sebab mereka bisa menjadi pintu bagi kita untuk menemukan sesuatu yang benar-benar unik. Menjalin hubungan pertemanan yang akrab dengan orang-orang yang kita temui selama perjalanan juga akan memperluas dan memperdalam rasa empati kita. Hal ini, pada saatnya, akan membuat kita lebih baik dan tulus dalam hubungan keluarga, pasangan bahkan dengan rekan-rekan kerja.
Perjalanan menjadi momen yang tepat untuk melepaskan semua belenggu sekaligus menjadi kesempatan kita untuk keluar dari zona nyaman.
Alam yang menakjubkan di dekat Shangri-La, Tiongkok membuat para wisatawan menari kegirangan. (Sujan Sarkar/National Geographic Your Shot)
Kegembiraan bisa ditemukan di mana pun, ketika kita benar-benar melepaskan semua belenggu: ketakutan-ketakutan, ego, ingatan menyakitkan di masa lalu, dan kekhawatiran akan masa depan. Perjalanan merupakan momen yang tepat untuk melakukannya, sekaligus menjadi kesempatan kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman, mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru dalam hidup, dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru.
Bagaimana cara menembus batas-batas kemampuan kita agar benar-benar terlepas dari belenggu selama melakukan perjalanan dan menumbuhkan lebih banyak kegembiraan yang tetap bertahan meski kita telah kembali ke rumah? Sean O’Connor, pelatih kepemimpinan dan kehidupan yang juga mencintai perjalanan, berbagi tipsnya untuk kita semua.
(Baca juga: Tips Travelling Bersama Hewan Peliharaan)
Hanyutkan diri Anda dalam Musik
Musik selalu berhasil menghidupkan suasana dan membuat kita rileks.O’Connor menceritakan pengalamannya ketika berlibur musim panas ke Taveuni di Fiji. Ia mengenakan sulu—sejenis sarung yang biasa dipakai penduduk setempat—dan menari bersama mereka sepanjang malam. Ia menari dengan siapa saja, menggoyangkan pinggulnya hingga sulu yang ia kenakan melorot. Keringatnya bercucuran dan merasa sedikit tidak nyaman, tetapi ia akhirnya menjadi akrab dengan penduduk setempat.
“Tentu saja saya terlihat menggelikan waktu itu. Ego saya mengatakan saya harus berhenti. Tapi yang paling istimewa adalah ketika kita dapat mengalahkan ketidaknyamanan atau rasa malu untuk benar-benar meleburkan diri dalam momen tersebut,” katanya.
Jalin hubungan akrab dengan orang-orang baru
(Thinkstockphoto)
Bangunlah hubungan pertemanan yang benar-benar dalam dan akrab dengan orang-orang yang baru anda temui selama perjalanan. Pelajari tentang mereka sebanyak mungkin, dan jangan enggan bercerita tentang diri kita sendiri. Bahasa yang berbeda bukanlah sebuah penghalang. Akan selalu ada cara untuk berkomunikasi, baik dengan penerjemah, atau dengan cara-cara lain, tak harus bahasa verbal.
Jangan lewatkan kesempatan ini, sebab mereka bisa menjadi pintu bagi kita untuk menemukan sesuatu yang benar-benar unik. Menjalin hubungan pertemanan yang akrab dengan orang-orang yang kita temui selama perjalanan juga akan memperluas dan memperdalam rasa empati kita. Hal ini, pada saatnya, akan membuat kita lebih baik dan tulus dalam hubungan keluarga, pasangan bahkan dengan rekan-rekan kerja.
Unknown 9/04/2016 12:33:00 PM Admin Bandung Indonesia
0 Comment for "Tips Mengelola Kegembiraan Saat Traveling "